Idola

Ali Sadikin, Tokoh Idola Bagi Aprilia Apsari

Aprilia Apsari, atau yang juga dikenal dengan nama Sari Sartje, adalah vokalis dari grup musik White Shoes & The Couples Company. Sari, yang menamatkan pendidikannya di Institut Kesenian Jakarta, merasa tempat tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar dalam hidup dan juga kariernya. Tidak heran jika Sari mengidolakan Ali Sadikin, mantan gubernur Jakarta yang membangun institut tersebut. Tahun ini, Sari bersama White Shoes & The Couples Company akan kembali meluncurkan album setelah 10 tahun, bertajuk “2020”.

1. Siapa ikon pop atau tokoh idola lo? Kenapa orang itu menjadi inspirasi besar buat lo dalam berkarya? 

Sari: "Untuk pertanyaan ini, akan saya jawab satu orang saja. Sebenarnya banyak tapi kali ini saya akan menjawab satu, karena beliau sangat berpengaruh besar dalam kehidupan saya sekarang yakni Ali Sadikin, atau biasa dipanggil dengan julukan Bang Ali. Beliau adalah mantan gubernur kota Jakarta, kalau tidak salah masa pemerintahan tahun 1966 hingga 1977. Beliau adalah idolaku."

2. Apa yang membuat Bang Ali beda dari yang lain? 

Sari: "Saya tidak mengenal beliau secara langsung, saya hanya membaca dari biografi, buku-buku, dan artikel. Jadi yang membuat beliau berbeda adalah dia membangun satu pusat seni dan budaya yang memiliki efek sangat panjang hingga saat ini (Taman Ismail Marzuki). Dan tujuan dibangunnya pusat seni dan budaya itu adalah agar semua lapisan masyarakat kota Jakarta, pada khususnya, bisa menikmati seni dan budaya. Tanpa batasan apapun."

3. Apa yang lo paling suka dari Bang Ali? 

Sari: "Seperti yang saya bilang tadi, saya tidak mengenal beliau secara langsung. Tetapi, yang saya paling suka adalah jika kita lihat foto-fotonya beliau pada saat pemerintahan beliau di zamannya, beliau sangat necis, ganteng, kharismatik. Kalau hanya melihat dari dokumen-dokumen yang tersebar di internet, beliau sangat kharismatik. Dan, jika kita gabungkan dengan biografinya, kita baca sejarah beliau dan dengan tampilan visual seperti itu, kayak too good to be true gitu. Ganteng, kharismatik, pintar, dan mencerdaskan bangsa. Waduh, hebat!"

4. Seberapa besar Bang Ali berpengaruh bagi gaya hidup dan cara berpikir lo?

Sari: "Secara tidak langsung mungkin ya. Jadi beliau membangun satu pusat seni dan budaya (Taman Ismail Marzuki). Kebetulan di dalam Taman Ismail Marzuki itu ada kampus kesenian. Jadi kampus kesenian itu yang membuat gaya hidup saya seperti ini sekarang. Pola pikir saya, kebiasaan-kebiasaan, perspektif saya memandang dunia seperti sekarang itu dari kampus kesenian itu. Jika tidak karena kuliah di situ, mungkin saya tidak akan seperti sekarang. Jadi kurang lebih seperti itu, sangat berpengaruh besar."

  

You May Also Like