Metropolia

3 Film Dengan Soundtrack Terbaik Versi Mar Galo

Mar Galo adalah bassist/vocalist dari grup musik Jirapah. Jirapah awalnya terbentuk di paruh tengah dekade 2000-an oleh Mar dan Ken Jenie, di New York sebagai projek personal mereka. Pada tahun 2010, mereka berdua memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Saat ini, Jirapah telah merilis 3 full-album, yaitu "Bits" (2016), "Recollapse: 2008-2015" (2019), dan "Planetarium" (2019). Selain aktif sebagai musisi, Mar juga aktif menjadi penata musik bersama suaminya, Ken Jenie, di beberapa film seperti "Posesif" (2017) serta "Aruna dan Lidahnya" (2018).

1. Ghost World 

Mar: "Opening scene yang menggambarkan dengan sempurna rasa ‘suburban malaise’ diselingi lagu Jaan Pehchan Ho. Hingga saat ini, lagu ini selalu kena banget dan lagu ini juga yang memulai obsesi gue terhadap psych/disco Bollywood dan juga karya-karya Mohammed Rafi. Sempet juga jadi tertarik dengan sejarah kulit hitam di tahun 1920-an karena lagu ‘Devil Got My Woman’-nya Skip James dan lagu-lagu koleksi Seymour. Percakapan saat di pesta di rumah Seymour adalah adegan yang sangat memorable. Theme song juga sangat mewakili mood Enid beserta vibe kota kecil di Amerika. Ini adalah film favorit gue sepanjang masa. Sampe sempet berdandan ala Enid :D"

2. The Wayward Cloud 

Mar: "Well, film ini basically musikal jadi ya banyak ya lagunya hehe. Satu-satunya film musikal yang gue suka haha. Lagu ‘Love Begins’ adalah lagunya Yao Li (Yao Lee), penyanyi jadul Shanghai dan ada lagunya Grace Chang juga. Mereka adalah diva-diva Shanghai yang lumayan gue ikutin. Trus juga ada cover lagunya Tennessee Ernie Ford yang ’16 Tons’ dan gue lumayan sucker untuk lagu-lagu yang dicover dalam versi retro Mandarin. Sebenernya film-filmnya Tsai Ming Liang in general kena banget karena pasti ada lagu-lagu retro Mandarin yang gue suka tapi ini yang paling banyak lagu-lagu enaknya."

3. Mother

Mar: "Pastinya lagu ‘Dance’ yang dimainkan pas opening dan closing scene saat sang ‘Mother’ sedang berdansa. Lagu ini adalah tipe lagu yang jika dimainkan, pasti scene tersebut akan muncul di pikiran. Segitu nempelnya lagu ini. Dari cara menari sang ibu di awal dan di akhir juga membawa keseluruhan emosi lagu ini. Jujur filmnya udah agak lupa plotnya karena udah lumayan lama tapi lagu ini pasti selalu keinget setiap kali ngobrolin tentang OST."

You May Also Like